Asal Mula Legenda 7 Kucing Besar

 Prolog


Ini adalah kisah sebuah cerita tentang asal usul para Tujuh Kucing Besar yang sangat legendaris. Asal muasal pertemuan dan pertemanan mereka. Hingga menjadi sahabat sejati dan tak terpisahkan sampai ajal yang akan memisahkan mereka. Mereka bersatu di sebuah tempat yang tak tersembunyi tidak terjangkau dan jauh dari populasi manusia.

Untuk mempersingkat waktu mari kita ikuti ceritanya:


Barbary (The King)



Barbary adalah seekor singa dari ras singa Barbary yang hampir punah. Barbary terlahir di belahan Negara Afrika Utara tepatnya Moroko bersama saudaranya yang bernama Zimba. Ayahnya adalah seekor raja Singa di antara para singa di koloninya. Nama ayahnya adalah Zinga. Sebagai raja tentu saja mempunyai hubungan yang pro dan kontra.


Dan salah satu yang ingin menjatuhkan Zinga dari kekuasannya adalah Xavier. Xavier adalah sepupu jauh dari Zinga, yang memiliki ambisi untuk menjadikan dirinya sebagai raja singa. Ambisi untuk menggulingkan sepupunya sendiri Zinga sebagai raja di raja di belahan Afrika Utara


Xavier merupakan sosok yang licik dan penuh tipu daya. Xavier adalah musuh dalam selimut. Ia berpura - pura baik di depan Zinga, namun kenyataannya ia kerap menusuk Zinga dari belakang. Siasat dan trik Xavier adalah dengan menjalin kolaborasi kepada Ratu Hyena dan Raja Serigala Hitam. Bersama kroni-kroninya dari ras singa, Xavier berhasil menghimpun massa yang cukup besar bersama Ratu Hyena dan Raja Serigala Hitam demi satu tujuan menggulingkan Raja yang syah yaitu Zinga.


Kudeta itu pun terjadi ketika usia Barbary dan saudaranya Zimba masih sangat kecil sekali. Kudeta yang licik tersebut berhasil menggulingkan kekuasaan dan tahta sang Raja Singa-Zinga. Zinga terbunuh dengan sangat mengenaskan.


Xavier beserta kroni-kroninya berniat membunuh semua keturunan Zinga. Maka karena mencium hal tersebut, ibunda Barbary dan Zimba berupaya menyelamatkan mereka berdua hingga selamat tanpa sepengetahuan Xavier.


Beberapa tahun kemudian Xavier telah berhasil merengkuh tampuk kekuasaan sebagai Raja Singa. Ia memimpin pasukan dan koloni Zinga terdahulu. Sementara Raja Serigala mendapat jatah sebagai Raja kecil di bagian Utara, sedangkan Ratu Hyena menjadi Ratu Kecil di bagian Selatan sesuai dengan janji Xavier sebelum mereka menggulingkan Zinga.


Hari terus berjalan. dan tanpa di sadari, Barbary kecil dan Zimba kecil telah tumbuh menjadi Singa dewasa dengan surai yang mulai menebal dan panjang. Dan kedua saudara yang terbuang ini akan menjadi ancaman bagi Xavier kelak.


Zimba memiliki ambisi dan dendam terhadap Xavier. Maka oleh karenanya bersama dengan Barbary, Zimba membuat perhitungan dengan melakukan penyerangan terhadap Xavier.


Hari yang di tentukan pun telah tiba. Banjir darah akan segera terjadi.  Pertempuran sengit antara Barbary, Zimba melawan Xavier, Raja Serigala Hitam dan Ratu Hyena di mulai.


Kekuatan Barbary dan Zimba yang sangat luar biasa mampu memporak porandakan semua pasukan elit Serigala Hitam. Bahkan kematian telak terjadi pada Ratu Hyena yang tidak sanggup menghadapi keperkasaan Barbary. Menyusul Raja Serigala yang tewas dengan mudah oleh Zimba. Maka tinggallah Xavier sendiri bersama koloni-koloninya. Dengan ambisius Xavier takluk dan tewas mengenaskan di tangan Barbary dan Zimba.


Dan ternyata pertumpahan darah semakin bertambah banyak dengan hadirnya para manusia di lokasi pertempuran para hewan. Para manusia yang datang dengan tiba-tiba ingin berburu, dengan menembaki semua yang ada di sana baik itu, Singa, Serigala ataupun Hyena.


Korban semakin banyak berjatuhan. Kepanikan semakin melanda. Barbary tak mampu menyelamatkan Ibundanya, bahkan Zimba juga harus rela mengorbankan nyawanya demi sang Ibunda dari terjangan peluru -peluru.


Barbary hanya menatap koloninya dan lainnya yang tewas satu persatu, tiada tersisa kecuali dirinya sendiri. Ya, sekarang hanya dirinya sendiri yang masih hidup, Barbary memang murka tetapi untuk menghadapi para manusia itu sendiri dia tidak akan berdaya dan itu sama saja dengan bunuh diri persis seperti apa yang di lakukan Zimba, yang nekat menyerang terjangan peluru-peluru panas karena emosi yang meluap melihat ibundanya tewas dengan kepala tertembus peluru dari senapan manusia pemburu. Dan satu-satunya cara yang ia harus lakukan adalah berlari. Menjauh dari sana selekas mungkin. Secepat mungkin, sebelum peluru-peluru panas itu menerjang tubuhnya seperti yang di alami Ibu dan saudaranya Zimba. Barbary harus berlari kali ini. Hanya untuk mengatur siasat di kemudian hari kelak dan membuat perhitungan kembali dengan para manusia-manusia peluru.



Caesar  (The Shadow)



Caesar adalah King Cheetah berasal dari ras khusus yang berbeda dengan cheetah biasanya. Ia dilahirkan di Zimbabwe. Kedua orangtuanya beserta kakaknya tewas dalam perburuan manusia manusia peluru. Kulit mereka di ambil untuk dijadikan hiasan oleh manusia manusia peluru. Caesar mampu melarikan diri dengan beberapa rekannya. Namun usaha mereka pun sia sia. Mereka tertangkap oleh pemburu liar, Caesar karena masih kecil maka ia dan yang seusianya di jual ke beberapa negara, sementara yang usianya sudah dewasa dibunuh untuk di ambil kulitnya. 


Caesar kecil akhirnya di beli oleh seorang anak pemburu dan dijadikan teman hingga usianya beranjak remaja. Di usia beranjak dewasa ini Caesar menunjukkan keliarannya sebagai hewan buas, hingga dirasa sudah tidak aman lagi jika hidup bersama manusia, hingga akhirnya ia pun di jual ke salah satu sirkus terkenal di afrika selatan. Selama perjalanan di bantu oleh rekan2nya yang sudah menjadi korban tawanan sirkus seperti simpanse, gajah, dan landak, berusaha untuk melarikan diri. Usaha tersebut berhasil, dan Caesar menghilang di tengah hutan di afrika selatan. 


Kini di usianya yang menginjak remaja, ia pun memulai perjalanannya yang tidak ada tujuan. Caesar tersesat di hutan savana Afrika Selatan. Disini ia bertemu banyak cheetah yang tidak menyukainya, karena corak bulu yang berbeda antara king cheetah dan cheetah. Caesar di intimidasi dan tidak di terima oleh kawanan cheetah, hingga ia pun melarikan diri ke pemukiman macan tutul. Nasibnya juga tidak jauh berbeda. Ia pun akan siap dimangsa oleh macan tutul yang buas menatapnya. Belum lagi para singa Afrika yang juga menjadi ancamannya. Nyaris ia pun tidak memiliki tempat untuk menetap kecuali di pinggiran savana yang berbatasan dengan pemukiman penduduk. Hal ini sangat berbahaya karena akan mengundang manusia-manusia peluru untuk menangkapnya lagi.


Suatu ketika Caesar yang tengah lapar sedang berburu dan mengejar seekor kijang di pinggiran savana. Kijang tersebut sangat gesit, hingga Caesar sedikit kerepotan dibuatnya. Saking asiknya ia berburu, tanpa disadari ia sudah memasuki wilayah zona kekuasan para Singa. Dan seketika ia mendapatkan kijang tersebut dan dengan tenang ia pun menyantap buruannya di pagi yang cerah. Mendadak tanpa disadarinya, ia telah dikelilingi oleh 5 ekor singa dewasa yang terdiri dari 3 ekor singa jantan dan 2 ekor singa betina. Mata mereka menatap buas. Kaget bukan kepalang Caesar, ia hendak melarikan diripun sudah tidak bisa, karena dirinya sudah dikelilingi ke 5 ekor singa savana.


Caesar pun merasa nyawanya melayang, sudah tidak ada jalan untuk melarikan diri. Ketika para singa bersiap untuk menyantap Caesar, mendadak terdengar auman yang sangat keras dan terdengar menakutkan. Ke 5 singa kaget, mereka belum pernah mendengar auman sekeras dan seseram itu. Dan di belakang mereka munculnya sesosok singa bertubuh besar, ukurannya tidak sepertinya ukuran singa Savana. Singa ini terlalu besar, dengan rambut surai hitamnya yang menjuntai hingga ke perut. Ia adalah Barbary. Setelah pemukimannya di Maroko porak poranda, pelariannya pun membawanya ke tanah Savan di Afrika Selatan ini. Dan ia mendapati bagaiman ketidak adilan terjadi di depan matanya. Ke 5 ekor singa yang besar akan menyantap Caesar nyang tidak berdaya.


Perkelahian pun terjadi, antara 5 ekor singa melawan Barbary. Dan tidak membutuhkan waktu yang lama, ke 5 ekor singa dewasa ini pun takluk dan dan tak berdaya menghadapi Barbary. Ke 5 ekor singa ini lari tunggang langgang. Tinggallah Barbary dan Caesar bersama kijang hasil buruannya. Sebagai ucapan terima kasih, Caesar membagi daging kijang itu bersama Barbary, dan Caesar meminta kepada Barbary untuk menemaninya kemanapun Barbary pergi. Barbary yang merasa dirinya dan Caesar sama-sama sebagai petualang, merasa tidak keberatan. Bahkan seneng sekali karena memiliki teman seperjalanan. 





Bersambung...


0 Comments

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post